Sabtu, 03 Mei 2014
Selasa, 18 Februari 2014
KAU DITAKDIRKAN UNTUKKU
Penyanyi : Inteam feat Edcoustic
Lirik/Lagu : Aden
Album : Edcoustic-Love & Inteam-Aman
Produksi: Zoya Music-Edcoustic & Inteam Record-Inteam
Terucap syukurku aku memilihmu
Tuk menjadi teman hidup setia selamanya
Belahan hati ini kini tlah terisi
Aku dan Dirimu mengucap janji bahagia
Reff:
Dan berlayarlah kita renda keluarga
Meretas hidup bersama
Aku bahagia ku dipertemukan
Belahan jiwaku
Tuhan persatukan kami untuk selamanya
Hingga bahagia disurgaMu
Pegang tanganku tataplah mataku
Engkau ditakdirkan untukku
Ikatan suci ini selalu kan ku jaga
Meniti sakinah penuh kasih sayang dan rahmatNya
Reff:
Dan berlayarlah kita renda keluarga
Meretas hidup bersama
Aku bahagia ku dipertemukan
Belahan jiwaku
Tuhan persatukan kami untuk selamanya
Hingga bahagia disurgaMu
Kau amanahku istriku tercinta
Engkau ditakdirkan untukku
http://adenlife.com
Lirik/Lagu : Aden
Album : Edcoustic-Love & Inteam-Aman
Produksi: Zoya Music-Edcoustic & Inteam Record-Inteam
Terucap syukurku aku memilihmu
Tuk menjadi teman hidup setia selamanya
Belahan hati ini kini tlah terisi
Aku dan Dirimu mengucap janji bahagia
Reff:
Dan berlayarlah kita renda keluarga
Meretas hidup bersama
Aku bahagia ku dipertemukan
Belahan jiwaku
Tuhan persatukan kami untuk selamanya
Hingga bahagia disurgaMu
Pegang tanganku tataplah mataku
Engkau ditakdirkan untukku
Ikatan suci ini selalu kan ku jaga
Meniti sakinah penuh kasih sayang dan rahmatNya
Reff:
Dan berlayarlah kita renda keluarga
Meretas hidup bersama
Aku bahagia ku dipertemukan
Belahan jiwaku
Tuhan persatukan kami untuk selamanya
Hingga bahagia disurgaMu
Kau amanahku istriku tercinta
Engkau ditakdirkan untukku
http://adenlife.com
Senin, 17 Februari 2014
Ada Sahabat Baru Di Perjalanan Hidup
Aneh mungkin mengapa dibilang sahabat baru. Bagi Saya memang sahabat baru. Mengapa? Karena dia memang menemani di sepanjang perjalanan hidup dan sepanjang perjalanan diri saya ingin pergi.hehehehehe lebay banget.
Siapa Dia???
AaaaHa!
Yah sepeda motor saya dnamai SI BIRRUVI (motor warna biru-vi )
Awalnya saya tak berminat untuk bisa memakai sepeda motor apalagi sepeda motor yang bergigi karena pernah trauma jatuh dan kapok memakainya.Selain itu, jg ada protes jadi berazzam untuk segera bisa menggunakannya. Protes datang dari adik laki-laki saya...waktu itu bilang...”Mbak mbo lek isa gawa motor mesake bapak nek pas kwe bali mbengi lan udan bapak kon metuk,mandirilah mb aj ketergantungan.”
(Artinya Mbak segera bisa bawa motor kasihan bapak kalau kamu pulang malam dan hujan bapak diminta jemput, mandiri mb jangan ketergantungan)
Hehehe nasehat itu jadi bagian motivasi tersendiri saya untuk bisa bawa motor. Akhirnya, Setiap ahad pagi belajar motoran. Ditemeni bapak dan adik saya perempuan. Semangat!!!!
Padahal motornya juga matic tidak sesulit jika pakai motor yang bergigi. Tapi, kurang mantap kalau tidak belajar.hehehe jadi belajar menyesuaikan dulu.
Banyak pengalaman yang saya peroleh bersamanya mulai dari jatuh , kemudian saya tak berani menyeberang akhirnya dituntun deh sampai ada ibu-ibu lihat dan bilang “Lho nak enten napa dituntun motore?’’ (Lho Nak ada apa motornya didorong?)
Jawab saya hehehehe njih bu bensine telas (artinya iya bu bensinnya habis) hehhehe padahal saya berbohong bensin masih ada maap bu saya bo’ong alesannya karena memang belum berani menyeberang di jalan raya yang ramai. Sampai saat ini pun juga belum berani ..hehehe malu L
Iya memang di jalan raya yang besar dan ramai saya belum bisa memakai motor lama. Belum berani menyeberang , belum yakin dan mantap tapi Alhamdulillah mempunyai b teman –teman yang selalu menyemangati untuk nekad.
Sabar..... bisa itu proses coba kalo jam terbangnya sudah tinggi lincah ...^-^
Saya sekarang sedang merasakan jatuh cinta, Jatuh cinta dengan sahabat baru itu. Sahabat yang setia menemani ketika panas terik hujan deras, jalan kasar bergelombang. Dia tegar bersama saya setia menemani hingga sampai pada tujuan. Jarang macet .Sangat membantu dan berjasa. Terima kasih ya SI BIRRUVI
Tangis, tawa semua jadi saksi diri ini yang telah jatuh cinta dengan sahabat baru “SI BIRRUVI” ini.
Kadang masih saja saya cuek terhadapnya , bensin habis males isinya jarang dicuci bapak malah yang sering membersihkannya tapi sekarang saya harus selalu merawatnya dan menyayanginya. Pengen selalu jalan-jalan berdua dengan “SIBIRRUVI” (gaswat padahal belum punya SIM)..sesegera akan membuat. Jangan dicontoh perilaku sya ya?
Tapi sekarang baru merasakan ternyata keuntungan bisa memakai motor sendiri. Kenpa tidak dari dulu...ternyata Allah memberi rezeki untuk bisa memakai dan beli motor sekarang lewat adik laki-laki.
Semua hikmah dapat dipetik dan indah pada waktunya.
Eff..:)
![]() |
| www.google.com |
Jumat, 03 Januari 2014
Jangan Ada Kata Lelah Untuk illah
Inilah dakwah sobat ......dan kau lemah?
Jangan ! bangkitlah!
Sebelm seluruh harta diinfakkan kpd kaum muslimin seperti Abu Bakar
Sebelum seberani Ali bin Abi Thalib yg menggantikan jasad Rasulullah ktka dikejr musuh
Dan begitulah dakwah....
dan kau lelah?
jangan! semangatlah!
sebab perhentian abadi ketika kaki kita menginjak di jannah-Nya
Inilah dakwah dan kau lelah?
Jika lelah berhentilah tapi tidak berlama -lama..tidak berleha-leha krn kewjiban lebih bnyk dr wktu yg tersedia
Di sana masih ada orang yng memegang teguh prinsip
dan idealismenya
Tak kalah meski wktu telah hilang
Tak goyah walau rintangan menghadang
Jika lelah berhentilah tapi tidak berlama -lama..tidak berleha-leha krn kewjiban lebih bnyk dr wktu yg tersedia
Di sana masih ada orang yng memegang teguh prinsip
dan idealismenya
Tak kalah meski wktu telah hilang
Tak goyah walau rintangan menghadang
Andai kau lelah
Berhentilah....sejenak saja
Berhenti untuk menyusun kekuatan diri
menata lagi segala langkah, hati dan pikiran
setelah kuat bertumpuk
Bangkit segera
Bakar semangatmu!
Sambutlah kejayaan Islam
atau kita akan syahid dan berjumpa di Jannah-Nya
Nasehat di atas diperoleh dari blog tapi lupa namanya karena ga kecatet...afwan sekali:(
Kamis, 02 Januari 2014
Menunggu di Batas Waktu
Sosok sayu bersandar
pada ilmu rabbani yang terpilih di sana
Menunggu waktu yang tepat
untuk dipertemukan dengan tulang rusuknya
Dia mengharubiru di setiap
goresan perjalanan hidupnya
Beribu harapan dan doa
dipersembahkan kepada Maha Yang Menguasai Dunia
Menambatkan hati pada
Illah-Nya
Memasrahkan diri pada
Pencipta-Nya
Berharap mendapat yang
terbaik dan paling baik menurut Yang Kuasa
Tak Perlu Ragu..Yakinlah
Tulang Rusuk itu datang
sebagai cermin diri
Yang sholih untuk
sholihah
Yang baik untuk yang
baik
Seperti Ali bin Abi
Thalib yang mendapatkan Fatimah Az Zahra
Seperti Nabi Muhammad SAW yang mendapatkan Siti
Khadijah
Dan yakinlah....
Sungguh tiap-tiap diri
ini sudah ditakdirkan dengan cerita tentang tulang rusuknya itu
Yang dipertemukan oleh Allah di waktu yang tepat
Dan kondisi yang tepat
pula
Tak mungkin tertukar dengan yang lain
Sbar dalam perbaikan
diri dan kebaikan
“Ya ALLAH datangkanlah ia,
kala hati ini siap untuk menerimanya”
Eff
Terinspirasi dari
seseorang
Selasa, 01 Januari 2013
Sudahkah kita seperti mereka?
BUKTI CINTA ABU BAKAR
![]() |
| www.google.com |
Belajar dari cerita sahabat Rasulullah SAW. Banyak
ibroh dan mutiara kata yang dapat kita petik dari setiap perjalanan hidup
mereka. Sejengkal demi sejengkal jejaknya tak akan pernah luput untuk
menyisakan berbagai asa indah dan ghirah diri. Mereka takkan pernah berhenti
menunjukkan ketaatan dan kecintaan pada ALLOH SWT dengan penunjukan kecintaan
kepada Rasul. Dan sudahkah kita seperti mereka? Hikz,,,hikz,,,(malu dengan yang
membuat hidup). Kita janganlah kalah dengan Abu Bakar yang setia menjaga Rasul
dalam keterjagaannya dalam tidur yang lelap dan Ali Bin Abi Thalib yang dengan
keberaniannya menggantikan jasad Rasul ketika dikejar kaum kafir. Banyak lagi cerita/shirah lain yang patut untuk kita
jadikan renungan diri..dan jadikan tauladan untuk hidup kita.
Seperti bukti kecintaan Abu Bakar pada Rasulullah SAW.
Ketika Rasulullah berada di hadapan,
Ku pandangi pesonanya dari kaki hingga ujung
kepala
Tahukah kalian apa yang terjelma?
Cinta!
(Abu Bakar Shiddiq r.a
Gua Tsur.
Wajah Abu Bakar pucat pasi. Langkah kaki para pemuda
Quraisy tidak lagi terdengar samar. Tak terasa tubuhnya bergetar hebat, betapa
tidak, dari celah gua ia mampu melihat para pemburu itu berada di atas
kepalanya. Setengah berbisik berkatalah Abu Bakar.
“Wahai Rasul Allah, jika mereka melihat ke kaki-kaki
mereka, sesungguhnya mereka pasti melihat kita berdua”. Rasulullah memandang
Abu Bakar penuh makna. Ditepuknya punggung sahabat dekatnya ini pelan sambil
berujar “Janganlah engkau kira, kita hanya berdua. Sesungguhnya kita bertiga,
dan yang ketiga adalah Dia, yang menggenggam kekuasaan maha, Allah”.
Sejenak ketenangan menyapa Abu Bakar. Sama sekali ia
tidak mengkhawatirkan keselamatannya. Kematian baginya bukan apa-apa, ia hanya
lelaki biasa. Sedang, untuk lelaki tampan yang kini dekat di sampingnya,
keselamatan di atas mati dan hidupnya. Bagaimana semesta jadinya tanpa
penerang. Bagaimana Madinah jika harus kehilangan purnama. Bagaimana dunia
tanpa benderang penyampai wahyu. Sungguh, ia tak gentar dengan tajam mata
pedang para pemuda Quraisy, yang akan merobek lambung serta menumpahkan
darahnya. Sungguh, ia tidak khawatir runcing anak panah yang akan menghunjam
setiap jengkal tubuhnya. Ia hanya takut, Muhammad, ya Muhammad.. mereka
membunuh Muhammad.
Berdua mereka berhadapan, dan mereka sepakat untuk
bergantian berjaga. Dan keakraban mempesona itu bukan sebuah kebohongan. Abu
Bakar memandang wajah syahdu di depannya dalam hening. Setiap guratan di wajah
indah itu ia perhatikan seksama. Aduhai betapa ia mencintai putra Abdullah.
Kelelahan yang mendera setelah berperjalanan jauh, seketika seperti ditelan
kegelapan gua. Wajah di depannya yang saat itu berada nyata, meleburkan penat
yang ia rasa. Hanya ada satu nama yang berdebur dalam dadanya. Cinta.
Sejeda kemudian, Muhammad melabuhkan kepalanya di
pangkuan Abu Bakar. Dan seperti anak kecil, Abu Bakar berenang dalam samudera
kegembiraan yang sempurna. Tak ada yang dapat memesonakannya selama hidup
kecuali saat kepala Nabi yang ummi berbantalkan kedua pahanya. Mata Rasulullah
terpejam. Dengan hati-hati, seperti seorang ibu, telapak tangan Abu Bakar,
mengusap peluh di kening Rasulullah. Masih dalam senyap, Abu Bakar terus
terpesona dengan sosok cinta yang tengah beristirahat diam di pangkuannya.
Sebuah asa mengalun dalam hatinya “Allah, betapa ingin hamba menikmati ini
selamanya”.
Sabtu, 22 Desember 2012
To My Mother
Ibu .....
Diri yang dhaif ini telah
melihat indahnya ciptaan-Nya sejak 23 tahun lalu
Dunia ini indah tapi
masih jauh meniti tangga menuai harapan-harapan baru
Tak tahu sampai kapan harapan itu selalu hadir dengan
segala pelangi keindahannya dan tetes keringat perjuangannya
Ibu...
Kau dewi yang selalu ada
dalam setiap titian tangga harapan itu
Menunggu di tangga
harapan itu dengan sorot mata keibuanmu
Meski terjal
Meski penuh beban berat
Meski sakit terlalu dalam
aku melangkah
Kau hadir menjadi embun dari
detik-detik pencapaian itu
Tertawa, tangis ,
tersenyum , air mata, keringat jadi saksinya
Pelukan itu
Selalu kudapat ketika ku
tahu dunia sedang tidak bersahabat
Pundak itu
Jadi tempat ternyaman untuk bersandar ketika lelah menghinggap
Ciuman itu
Selalu jadi bagian
kebahagiaan hati yang tak dapat di uraikan dengan kata
Perhatian itu
Kadang menyebalkan tapi
jadi bagian kelucuan dan menimbulkan rasa syukur yang tak terhingga di
hati ini
Kekurangan itu menjadi
bayangan segala kelebihan yang tak terbatas hingga ku sadar bahwa beliau
sungguh tak tergantikan
Ibu ....
Tak pernah meminta
sesuatu
Tak pernah mengeluh meski
dunia terasa sempit
Ketulusan itu selalu ada
di sorot mata sayu itu
Maaf terlalu menumpuk
kata ketidaksempurnaan itu dariku
Sungguh ibuku adalah ibu
super
Sungguh ibuku adalah ibu
segala-galanya
Ku tahu setiap tetes
keringatmu berbuah SURGA
Ku tahu setiap lelah dan pengorbananmu yang tak bersuara
Ku tahu setiap lelah dan pengorbananmu yang tak bersuara
Akan menjadi pahala yang
berlipat ganda
Terima Kasih untuk segala
sesuatu yang tak terhitung itu
Ya Rabb berikan selalu
penjagaanmu yang abadi
Semoga aku dan beliau bersua
di SURGA...
Dini hari di temani hujan gerimis
With
love
Eff_izzaty
Langganan:
Postingan (Atom)




