Selasa, 18 Februari 2014

KAU DITAKDIRKAN UNTUKKU

Penyanyi : Inteam feat Edcoustic
Lirik/Lagu : Aden
Album : Edcoustic-Love & Inteam-Aman
Produksi: Zoya Music-Edcoustic & Inteam Record-Inteam







Terucap syukurku aku memilihmu
Tuk menjadi teman hidup setia selamanya
Belahan hati ini kini tlah terisi
Aku dan Dirimu mengucap janji bahagia
Reff:
Dan berlayarlah kita renda keluarga
Meretas hidup bersama
Aku bahagia ku dipertemukan
Belahan jiwaku
Tuhan persatukan kami untuk selamanya
Hingga bahagia disurgaMu
Pegang tanganku tataplah mataku
Engkau ditakdirkan untukku
Ikatan suci ini selalu kan ku jaga
Meniti sakinah penuh kasih sayang dan rahmatNya
Reff:
Dan berlayarlah kita renda keluarga
Meretas hidup bersama
Aku bahagia ku dipertemukan
Belahan jiwaku
Tuhan persatukan kami untuk selamanya
Hingga bahagia disurgaMu
Kau amanahku istriku tercinta
Engkau ditakdirkan untukku


 http://adenlife.com

Senin, 17 Februari 2014

Ada Sahabat Baru Di Perjalanan Hidup




Aneh mungkin mengapa dibilang sahabat baru. Bagi Saya  memang  sahabat baru. Mengapa? Karena dia memang menemani di  sepanjang perjalanan hidup dan sepanjang perjalanan diri saya ingin pergi.hehehehehe lebay banget.
Siapa Dia???
AaaaHa!
Yah sepeda motor saya dnamai SI BIRRUVI (motor warna biru-vi )
Awalnya saya tak berminat untuk bisa memakai sepeda motor  apalagi sepeda motor yang bergigi karena pernah trauma jatuh dan kapok memakainya.Selain itu, jg  ada protes jadi berazzam untuk segera bisa menggunakannya. Protes datang dari adik laki-laki saya...waktu itu bilang...”Mbak mbo lek isa gawa motor mesake bapak nek pas kwe bali mbengi lan udan bapak kon metuk,mandirilah mb aj ketergantungan.”
(Artinya Mbak segera bisa bawa motor kasihan bapak kalau kamu pulang malam dan hujan bapak diminta jemput, mandiri mb jangan ketergantungan)
Hehehe nasehat itu jadi bagian motivasi tersendiri  saya untuk bisa bawa motor. Akhirnya, Setiap ahad pagi belajar motoran. Ditemeni bapak dan adik saya perempuan. Semangat!!!!
Padahal motornya juga matic tidak sesulit jika pakai motor yang bergigi. Tapi, kurang mantap kalau tidak belajar.hehehe jadi belajar menyesuaikan dulu.
Banyak pengalaman yang saya peroleh bersamanya mulai dari jatuh , kemudian saya tak berani menyeberang akhirnya dituntun deh sampai ada ibu-ibu lihat dan bilang  “Lho nak enten napa dituntun motore?’’ (Lho Nak ada apa motornya didorong?)
Jawab saya hehehehe njih bu bensine telas (artinya iya bu bensinnya habis) hehhehe padahal saya berbohong bensin masih ada maap bu saya bo’ong alesannya karena memang belum berani menyeberang di jalan raya yang ramai. Sampai saat ini pun juga belum berani ..hehehe malu L
Iya memang di jalan raya yang besar  dan ramai saya belum bisa memakai motor  lama.  Belum berani  menyeberang  , belum yakin dan mantap tapi  Alhamdulillah mempunyai b teman –teman yang selalu menyemangati untuk nekad.
Sabar..... bisa itu proses coba kalo jam terbangnya sudah tinggi lincah ...^-^
Saya sekarang sedang merasakan jatuh cinta, Jatuh cinta dengan sahabat baru itu. Sahabat yang setia menemani ketika panas terik hujan deras, jalan kasar bergelombang. Dia tegar bersama saya  setia menemani  hingga sampai  pada tujuan. Jarang macet .Sangat membantu dan berjasa. Terima kasih ya SI BIRRUVI
Tangis, tawa semua jadi saksi diri ini  yang telah jatuh cinta dengan sahabat baru “SI BIRRUVI” ini.
Kadang masih saja saya cuek terhadapnya , bensin habis  males isinya jarang dicuci  bapak malah yang sering membersihkannya tapi sekarang saya harus  selalu merawatnya dan menyayanginya. Pengen selalu jalan-jalan berdua dengan  “SIBIRRUVI” (gaswat padahal belum punya SIM)..sesegera akan membuat. Jangan dicontoh perilaku sya ya?
Tapi sekarang baru merasakan ternyata keuntungan bisa memakai motor sendiri. Kenpa tidak dari dulu...ternyata Allah memberi rezeki untuk bisa memakai dan beli motor sekarang lewat adik laki-laki.
Semua hikmah dapat dipetik dan indah pada waktunya.


Eff..:)

www.google.com

Jumat, 03 Januari 2014

Jangan Ada Kata Lelah Untuk illah




Inilah dakwah sobat ......dan kau lemah?
Jangan ! bangkitlah!
Sebelm seluruh harta diinfakkan kpd kaum muslimin seperti Abu Bakar
Sebelum seberani Ali bin Abi Thalib yg menggantikan jasad Rasulullah ktka dikejr musuh

Dan begitulah dakwah....
dan kau lelah?
jangan! semangatlah!
sebab perhentian abadi ketika kaki kita menginjak di jannah-Nya

Inilah dakwah dan kau lelah? 
Jika lelah berhentilah tapi tidak berlama -lama..tidak berleha-leha krn kewjiban lebih bnyk dr wktu  yg tersedia

Di sana masih ada orang yng memegang teguh prinsip
dan idealismenya
Tak kalah meski wktu telah hilang
Tak goyah walau rintangan menghadang
Andai kau lelah
Berhentilah....sejenak saja
Berhenti untuk menyusun kekuatan diri
menata lagi segala langkah, hati dan pikiran
setelah kuat bertumpuk
Bangkit segera
Bakar semangatmu!
Sambutlah kejayaan Islam
atau kita akan syahid dan berjumpa di Jannah-Nya



Nasehat di atas diperoleh dari blog tapi lupa namanya karena ga kecatet...afwan sekali:(


Kamis, 02 Januari 2014

Menunggu di Batas Waktu


Sosok sayu bersandar pada ilmu rabbani yang terpilih di sana
Menunggu waktu yang tepat untuk dipertemukan dengan tulang rusuknya
Dia mengharubiru di setiap goresan perjalanan hidupnya
Beribu harapan dan doa dipersembahkan kepada Maha Yang Menguasai Dunia
Menambatkan hati pada Illah-Nya
Memasrahkan diri pada Pencipta-Nya
Berharap mendapat yang terbaik dan paling baik menurut Yang Kuasa
Tak Perlu Ragu..Yakinlah
Tulang Rusuk itu datang sebagai cermin diri
Yang sholih untuk sholihah
Yang baik untuk yang baik
Seperti Ali bin Abi Thalib yang mendapatkan Fatimah Az Zahra
Seperti  Nabi Muhammad SAW yang mendapatkan Siti Khadijah
Dan yakinlah....
Sungguh tiap-tiap diri ini sudah ditakdirkan dengan cerita tentang tulang rusuknya itu
Yang  dipertemukan oleh Allah di waktu yang tepat
Dan kondisi yang tepat pula
Tak  mungkin tertukar dengan yang lain
Sbar dalam perbaikan diri dan kebaikan  
Karena semua  akan indah pada waktunya

“Ya ALLAH datangkanlah ia, kala hati ini siap untuk menerimanya”

Eff
Terinspirasi dari seseorang

Selasa, 01 Januari 2013

Sudahkah kita seperti mereka?



BUKTI CINTA ABU BAKAR
www.google.com

Belajar dari cerita sahabat Rasulullah SAW. Banyak ibroh dan mutiara kata yang dapat kita petik dari setiap perjalanan hidup mereka. Sejengkal demi sejengkal jejaknya tak akan pernah luput untuk menyisakan berbagai asa indah dan ghirah diri. Mereka takkan pernah berhenti menunjukkan ketaatan dan kecintaan pada ALLOH SWT dengan penunjukan kecintaan kepada Rasul. Dan sudahkah kita seperti mereka? Hikz,,,hikz,,,(malu dengan yang membuat hidup). Kita janganlah kalah dengan Abu Bakar yang setia menjaga Rasul dalam keterjagaannya dalam tidur yang lelap dan Ali Bin Abi Thalib yang dengan keberaniannya menggantikan jasad Rasul ketika dikejar kaum kafir. Banyak  lagi cerita/shirah lain yang patut untuk kita jadikan renungan diri..dan jadikan tauladan untuk hidup kita.
Seperti bukti kecintaan Abu Bakar pada Rasulullah SAW.

Ketika Rasulullah berada di hadapan, 
Ku pandangi pesonanya dari kaki hingga ujung kepala 
Tahukah kalian apa yang terjelma? 
Cinta!
(Abu Bakar Shiddiq r.a
Gua Tsur.
Wajah Abu Bakar pucat pasi. Langkah kaki para pemuda Quraisy tidak lagi terdengar samar. Tak terasa tubuhnya bergetar hebat, betapa tidak, dari celah gua ia mampu melihat para pemburu itu berada di atas kepalanya. Setengah berbisik berkatalah Abu Bakar.

“Wahai Rasul Allah, jika mereka melihat ke kaki-kaki mereka, sesungguhnya mereka pasti melihat kita berdua”. Rasulullah memandang Abu Bakar penuh makna. Ditepuknya punggung sahabat dekatnya ini pelan sambil berujar “Janganlah engkau kira, kita hanya berdua. Sesungguhnya kita bertiga, dan yang ketiga adalah Dia, yang menggenggam kekuasaan maha, Allah”.

Sejenak ketenangan menyapa Abu Bakar. Sama sekali ia tidak mengkhawatirkan keselamatannya. Kematian baginya bukan apa-apa, ia hanya lelaki biasa. Sedang, untuk lelaki tampan yang kini dekat di sampingnya, keselamatan di atas mati dan hidupnya. Bagaimana semesta jadinya tanpa penerang. Bagaimana Madinah jika harus kehilangan purnama. Bagaimana dunia tanpa benderang penyampai wahyu. Sungguh, ia tak gentar dengan tajam mata pedang para pemuda Quraisy, yang akan merobek lambung serta menumpahkan darahnya. Sungguh, ia tidak khawatir runcing anak panah yang akan menghunjam setiap jengkal tubuhnya. Ia hanya takut, Muhammad, ya Muhammad.. mereka membunuh Muhammad.

Berdua mereka berhadapan, dan mereka sepakat untuk bergantian berjaga. Dan keakraban mempesona itu bukan sebuah kebohongan. Abu Bakar memandang wajah syahdu di depannya dalam hening. Setiap guratan di wajah indah itu ia perhatikan seksama. Aduhai betapa ia mencintai putra Abdullah. Kelelahan yang mendera setelah berperjalanan jauh, seketika seperti ditelan kegelapan gua. Wajah di depannya yang saat itu berada nyata, meleburkan penat yang ia rasa. Hanya ada satu nama yang berdebur dalam dadanya. Cinta.

Sejeda kemudian, Muhammad melabuhkan kepalanya di pangkuan Abu Bakar. Dan seperti anak kecil, Abu Bakar berenang dalam samudera kegembiraan yang sempurna. Tak ada yang dapat memesonakannya selama hidup kecuali saat kepala Nabi yang ummi berbantalkan kedua pahanya. Mata Rasulullah terpejam. Dengan hati-hati, seperti seorang ibu, telapak tangan Abu Bakar, mengusap peluh di kening Rasulullah. Masih dalam senyap, Abu Bakar terus terpesona dengan sosok cinta yang tengah beristirahat diam di pangkuannya. Sebuah asa mengalun dalam hatinya “Allah, betapa ingin hamba menikmati ini selamanya”.

Sabtu, 22 Desember 2012

To My Mother












Ibu .....
Diri yang dhaif ini telah melihat indahnya ciptaan-Nya sejak 23 tahun lalu
Dunia ini indah tapi masih jauh meniti tangga menuai  harapan-harapan baru
Tak tahu  sampai kapan harapan itu selalu hadir dengan segala pelangi keindahannya dan tetes keringat perjuangannya
Ibu...
Kau dewi yang selalu ada dalam setiap titian tangga harapan itu
Menunggu di tangga harapan itu dengan sorot mata keibuanmu
Meski terjal
Meski penuh beban berat
Meski sakit terlalu dalam  aku melangkah
Kau hadir menjadi embun dari detik-detik pencapaian itu
Tertawa, tangis , tersenyum , air mata, keringat jadi saksinya
Pelukan itu
Selalu kudapat ketika ku tahu dunia sedang tidak bersahabat
Pundak itu
Jadi tempat ternyaman  untuk bersandar ketika lelah menghinggap
Ciuman itu
Selalu jadi bagian kebahagiaan hati yang tak dapat di uraikan dengan kata
Perhatian itu
Kadang menyebalkan tapi jadi bagian kelucuan dan menimbulkan rasa syukur yang tak terhingga di
hati ini
Kekurangan itu menjadi bayangan segala kelebihan yang tak terbatas hingga ku sadar bahwa beliau sungguh tak tergantikan
Ibu ....
Tak pernah meminta sesuatu
Tak pernah mengeluh meski dunia terasa sempit
Ketulusan itu selalu ada di sorot mata sayu itu
Maaf terlalu menumpuk kata ketidaksempurnaan itu dariku

Sungguh ibuku adalah ibu super
Sungguh ibuku adalah ibu segala-galanya
Ku tahu setiap tetes keringatmu berbuah SURGA
Ku tahu setiap lelah dan pengorbananmu yang tak bersuara
Akan menjadi pahala yang berlipat ganda
Terima Kasih untuk segala sesuatu yang tak terhitung itu
Ya Rabb berikan selalu penjagaanmu yang abadi
Semoga aku dan beliau bersua di SURGA...


                                                                            Dini hari di temani hujan gerimis
                                                                                                            With love
                                                                                                            Eff_izzaty