Jumat, 21 Desember 2012

Love it!!!!! Perlu Di Coba





Pagi yang penuh berkah....
Menelusur  jejak-jejak petualang  sejati yang rabbani
Menyisakan ghirah hati yang tak terbendung
Derasnya aliran air menyambut kedamaian hati diantara bebatuan cadas
Teriknya sang mentari  tak jadi dilema untuk berkhayal
Berkhayal telaga kautsar yang indah menambah kekuatan dalam diri
Gagahnya sang raja hijau bertaburan  di singgasana bumi
Tersusun pelangi di  pelupuk mata
Ciptaan Ilahi melengkapi nikmat ini
Sorot mata itu menyaksikan sungguh tiap-tiap diri ini..
Takkan pernah dustakan
Semua ada karena Engkau benar-benar  ada
Alhamdulillah Ya Rabb ......



     Thanksfull For Allah SWT
                 eff_izzaty

Minggu, 13 Mei 2012

ibrahnya....


Siang ini j adi terinspirasi dari adek2q mentoring yag shalihah amin.....
Hehehehe ternyata wanita sangat berharga,,,dari tubuhnya, akhlaknya, izzahnya....benar-benar perhiasan dunia. Tapi, ternyata juga banyak godaan n cobaan untuk menjaganya. Apalagi,  klo godaannya dari pria. Parah deh jika godaannya dari “pria yang g baik”.
Dapt artikel dari era muslim bahasannya sepuTR itu





Akhwat itu tidak baik pulang malam!”
Teguran tersebut tidak dapat begitu saja diterima oleh akhwat. Tuntutan kuliah, tugas, dan amanah seperti BEM dan organisasi lainnya yang belum terkondisikan, seringkali memposisikan mereka untuk pulang larut malam. Bahkan, saat ini, fenomena seorang akhwat yang pulang larut malam seolah menjadi hal yang biasa.



Kamis, 05 April 2012

rahasia kecerdasan bangsa yahudi

Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar?” Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri? Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin. Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu akan sering menyanyi dan bermain piano. Si ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami. Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika. Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?” Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.” Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya. Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan. Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan.